Stopkontak dan Tegangan Listrik di Jepang | Steker Tipe A dan 100V, Cara Mengecek Perlu Tidaknya Adaptor Steker dan Trafo
Rangkuman berdasarkan informasi resmi JNTO (Organisasi Pariwisata Nasional Jepang): bentuk steker untuk stopkontak di Jepang (tipe A), tegangan (100V), frekuensi yang berbeda di Jepang bagian timur dan barat, cara mengecek apakah perangkat Anda memerlukan adaptor steker atau trafo, tempat membelinya, dan tempat mengisi daya selama perjalanan.
Ikhtisar
Tegangan listrik di Jepang adalah 100V di seluruh negeri. Bentuk steker yang cocok dengan stopkontaknya adalah tipe A (menurut informasi JNTO, Organisasi Pariwisata Nasional Jepang). Jika ingin memakai perangkat yang Anda bawa dari negara Anda selama di Jepang, cek 2 hal: bentuk steker dan tegangan.
- Jika steker perangkat sama bentuknya dengan steker Jepang (2 pin pipih sejajar), Anda bisa langsung mencolokkannya ke stopkontak.
- Jika bentuk stekernya berbeda, pasang adaptor steker dulu, lalu colokkan.
Meskipun bentuk stekernya cocok, perangkat tidak bisa dipakai jika tidak mendukung 100V. Cara mengeceknya dijelaskan di bagian "Mengecek tegangan".
Kompatibilitas
Bentuk steker
Steker tipe A memiliki 2 pin pipih yang sejajar. Tidak ada pin ketiga untuk arde. Stopkontak di Jepang memiliki 2 lubang memanjang vertikal yang berdampingan, sesuai dengan pin tersebut.
- Jika steker perangkat Anda bentuknya sama (2 pin pipih sejajar), Anda tidak perlu adaptor steker.
- Jika bentuknya berbeda, misalnya pinnya bulat, ada 3 pin, atau pinnya miring, Anda perlu adaptor steker.
- Adaptor steker hanya menyesuaikan bentuk steker dengan stopkontak di Jepang. Tegangannya tidak berubah.
Frekuensi berbeda di Jepang bagian timur dan barat
Frekuensi listrik di Jepang adalah 50Hz di Jepang bagian timur, dan 60Hz di Jepang bagian barat, termasuk Nagoya, Kyoto, dan Osaka (menurut informasi JNTO). Jika Anda bepergian dari Tokyo ke Osaka, Anda akan memakai perangkat yang sama di kedua wilayah. Karena itu, cek juga apakah perangkat mendukung 50Hz dan 60Hz sekaligus. Cara mengeceknya dijelaskan di nomor 2 pada bagian "Mengecek tegangan".
Langkah demi langkah
Mengecek tegangan
Untuk mengetahui apakah perangkat bisa dipakai, cek keterangan input (INPUT) yang tertulis di badan perangkat atau di pengisi dayanya (adaptor AC).
- Lihat apakah 100V termasuk dalam rentang tegangan input. Misalnya, jika tertulis "100-240V", 100V termasuk dalam rentang itu.
- Lihat apakah keterangan frekuensinya mencakup 50Hz dan 60Hz. Misalnya, jika tertulis "50/60Hz", frekuensinya cocok di wilayah mana pun di Jepang.
- Perangkat yang rentang tegangan inputnya tidak mencakup 100V tidak bisa dipakai hanya dengan adaptor steker. Anda perlu trafo penurun tegangan (menurut informasi JNTO).
Menurut JNTO, perangkat seperti pengering rambut yang tegangannya bisa diatur ke 2 pilihan, setrika untuk perjalanan, dan alat cukur seharusnya bisa dipakai di mana pun di Jepang.
Tempat membeli
Tempat membeli adaptor steker dan trafo
Menurut JNTO, di perkotaan adaptor steker dan trafo relatif mudah ditemukan, dan dijual di tempat-tempat seperti berikut.
- Kawasan yang banyak toko elektroniknya: Akihabara di Tokyo, Nipponbashi di Osaka
- Toko elektronik besar: Yodobashi Camera, BicCamera, dan lainnya
Perlu diketahui
Tempat mengisi daya selama perjalanan
- Shinkansen: Di gerbong model baru, ada stopkontak di samping kursi dekat jendela. Jika ingin duduk di kursi ini, sampaikan kepada petugas saat membeli tiket (menurut informasi JNTO).
- Bandara: Di Bandara Narita, ada stopkontak gratis di beberapa tempat di dalam terminal (menurut informasi Bandara Narita).
- Toko dan restoran: Sebagian jaringan restoran burger dan restoran keluarga menyediakan stopkontak yang bisa dipakai pengunjung (menurut informasi JNTO). Tanyakan dulu kepada staf sebelum memakainya.
Router Pocket Wi-Fi juga perlu diisi dayanya, selain ponsel pintar. Cara memilih koneksi internet di Jepang dirangkum di Cara Memilih Koneksi Internet di Jepang | Perbedaan eSIM, Kartu SIM, dan Pocket Wi-Fi, Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memakai, Pengambilan di Bandara.